News Update :

New Post

FACEBOOK

HOT

Tampilkan postingan dengan label Pekerjaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pekerjaan. Tampilkan semua postingan

5 Tips Membuat Meja Kerja Jadi Lebih Menyenangkan

Selasa, 04 Juni 2013



Merasa bosan dengan suasana kantor? Agar kembali bersemangat dan lebih berkonsentrasi saat bekerja, Anda bisa membuat meja kerja menjadi lebih menyenangkan. Dengan begitu, energi positif kembali datang dan produktivitas pun meningkat. Dikutip dari Boldsky, berikut ini lima tips untuk membuat meja kerja Anda jadi lebih semarak.

1. Personalisasi Meja Kerja Anda
Keadaan meja kerja Anda merupakan cerminan dari kepribadian Anda. Jadi, perlakukan ruangan dan meja kerja Anda sebagai tempat favorit. Buatlah suasana yang nyaman. Sebab, Anda akan menghabiskan waktu delapan sampai sembilan jam perharinya di kantor. Hiasilah meja dengan foto gambar yang menyenangkan.

2. Pelihara Ikan
Melihara seekor ikan di meja kerja ternyata dapat meningkatkan konsentrasi dan membantu Anda menjadi lebih fokus. Jadi, akan lebih baik bila Anda juga menghiasi meja kerja dengan fish bowl atau akuarium kecil yang diisi dengan ikan-ikan yang menggemaskan.

3. Tulisan Inspiratif
Tulislah beberapa pesan inspiratif yang bisa memicu Anda untuk meraih target atau tujuan pribadi. Anda bisa menulisnya di sebuah papan kecil, lalu taruhlah di atas meja kerja Anda. Cara ini dapat membantu Anda menjadi lebih bersemangat ketika merasa bosan.

4. Pajang Foto
Foto orang tersayang, baik suami, keluarga, anak-anak, maupun teman, bisa membawa efek baik yang bisa membantu Anda lebih bersemangat. Jika lelah dan sedang bosan, Anda bisa melihat foto mereka.

5. Warna Cerah
Berilah sentuhan warna cerah pada meja kerja Anda. Misalnya, dengan menempelkan kalender yang berwarna-warni. Jangan biarkan meja kerja terlihat suram dan dekil. Itu hanya akan membuat Anda tidak mood bekerja.

Baca juga, 7 Langkah Sukses Hari Pertama Masuk Kerja

5 Bidang Pekerjaan yang Paling Diminati

Jumat, 15 Maret 2013



Berdasarkan riset dari ketenagakerjaan dari sekian banyak lowongan kerja yang ditawarkan oleh perusahaan baik itu BUMN ataupun swasta, bidang pekerjaan yang paling diminati oleh jobseeker adalah seperti dibawah ini:

1. Bidang Kesehatan
Sudah sejak dahulu, bidang ini populer. Terlihat dari banyaknya mahasiswa kedokteran yang semakin bertambah jumlahnya, munculnya sekolah dan akademi perawat, sekolah farmasi, dan lain sebagainya

Selain alasan ekonomi yang mapan, sebagian orang mengaku lewat bidang ini mereka dapat mengabdikan diri dan turut membantu orang-orang yang membutuhkan bantuannya. Seperti Sophia Hage misalnya, "Kedengarannya klise, but it's true. Saya termasuk orang yang percaya bahwa masing-masing dari kita punya peran dalam dunia ini. Dan saya menemukan kebahagiaan ketika saya dapat menolong orang atau membantu orang, bahkan di hal terkecil sekalipun. Pada akhirnya hal yang mendorong saya adalah keinginan untuk berguna bagi orang lain melalui apa yang saya perbuat, bahkan mungkin setelah saya tak ada di dunia ini. Saya ingin berusaha sebaik mungkin to leave my mark in the world and try to make it better. Oleh karena itu, saya akhirnya memutuskan menjadi dokter karena merasa bahwa dalam posisi ini saya lebih berpeluang membantu menyampaikan pesan yang bermanfaat bagi orang banyak," tegasnya.

2. Teknologi Komputer
Perkembangan internet dan komunikasi semakin pesat, bahkan dalam hitungan bulan. Banyak fitur dan aplikasi yang dibuat untuk mencukupi kebutuhan orang-orang berkomunikasi. Dan untuk itulah, pekerjaan di bidang teknologi komputer semakin berkembang. Tak hanya di bidang IT, tetapi Costumer Service, Administrasi data, Buzzer, web service, dan Moderator kaskus dan lain sebagainya.

3. Salesman
Sebagian orang menganggap pekerjaan seorang salesman ini remeh, tetapi bagaimanapun juga, mereka adalah ujung tombak sebuah perusahaan, di mana mereka yang berjuang langsung untuk memasarkan produk sebuah perusahaan. Tanpa mereka, sebagus apapun produk yang hendak dijual, akan menjadi sebuah produk yang tak memberikan penghasilan.

Selain itu, bidang sales ini tidak menuntut bidang ilmu khusus, lulusan dari bidang ilmu apapun dapat terjun ke bidang pekerjaan ini, selama ia memiliki kemampuan untuk menjual.

4. Social Service
Seperti dikutip dari Sheknows.com, pertumbuhan pekerjaan di bidang pelayanan sosial ini meningkat 16% setiap tahunnya. Bukan bidang pekerjaan yang bisa dipandang sebelah mata juga, karena sebagian orang juga lebih berpikir keuntungan materi ketimbang menyumbangkan tenaganya.

Namun, pertumbuhan angka tersebut, menunjukkan juga bahwa masih ada orang yang peduli pada sesama dan tak hanya melulu terfokus mengejar materi saja.

5. Konstruksi dan perindustrian
Dipandang bukan sebagai pekerjaan yang bonafit, pekerjaan ini ternyata justru cukup populer dan diminati banyak orang. Meskipun harus bekerja kasar, namun sebagian besar penghasilan mereka lebih besar ketimbang pekerja kantoran biasa lho.

Baca juga, 5 Hal Yang Perlu di Perhatikan Sebelum Melamar Pekerjaan

7 Kesalahan Umum Pada Tes Wawancara Kerja

Rabu, 20 Februari 2013



Anda sudah kerja keras supaya bisa masuk ke tahapan tes wawancara kerja. Anda sudah lolos tahap penyaringan surat lamaran dan curriculum vitae, dan mungkin juga wawancara telepon. Nah sekarang tantangannya adalah menghadapi secara langsung para pewawancara dan mungkin juga sang pemilik perusahaan. Padahal bagian wawancara atau interview ini lah yang biasanya dianggap paling membuat stress. Di sini Anda tidak bisa lagi bersembunyi di belakang surat lamaran dan curriculum vitae. Maka perlu kemudian Anda berhati-hati untuk tidak melakukan beberapa kesalahan umum sebagai berikut:

1. Hadir Terlambat
Ngaret: tak ada cara yang lebih mudah ketimbang ini untuk dg sukses kehilangan poin baik dari employer prospektif. Yang namanya kesan pertama itu memang amat membekas. Sayangnya, hadir terlambat meneriakkan pesan semacam “Aku ini ndak bisa diandalkan” atau “Waktu Anda semua ndak begitu penting buat saya”. Apakah ini yang Anda ingin para pewawancara dan employer prospektif pikir tentang diri Anda bahkan sebelum Anda sempat berucap seutas kata pun? Pastikan Anda telah ketahui secara pasti lokasinya, sehingga nanti tidak perlu habiskan waktu untuk tersesat ria. Datanglah amat awal di tes wawancara Anda. Dengan begitu, hujan lebat, banjir, macet atau urusan lain tidak akan jadi perusak kesan baik Anda. Jika ternyata sampai kebetulan ada truk tronton ngguling dan menumpahkan 10 ton tomat di tengah jalan, maka begitu Anda tiba di lokasi, segeralah minta maaf, beri penjelasan singkat, dan langsung lanjutkan (idealnya Anda telpon saja dari HP begitu merasa bakal terlambat).

Tapi jikapun Anda hadir jauh lebih awal, jangan lantas Anda nyelonong masuk saja ke ruang wawancara. Ini juga kurang baik, bahkan meskipun sang pewawancara terlihat sedang nganggur dan asyik bercanda. Tunjukkan bahwa Anda betul-betul menghargai waktu sang pewawancara, dan hanya masuk ketika telah dipanggil atau diperkenankan.

2. Berperilaku Kurang Menyenangkan
Lho, gimana ni kok bisa-bisanya berperilaku tidak menyenangkan? Iya, ini ketika ternyata Anda temukan bahwa pekerjaan yang awalnya Anda inginkan ternyata tidaklah semenarik yang Anda kira sebelumnya. Jika Anda termasuk orang yang polos, bisa jadi sikap ketidaktertarikan Anda akan langsung nampak, udah males-malesan mau melanjutkan wawancara. Dari sini, berhati-hatilah untuk tidak menampakkan sikap tidak menyenangkan seperti sikap acuh tak acuh, tidak perhatian, menyela perkataan ataupun yang lain. Ingat bahwa sang pewawancara juga punya teman, keluarga, dan relasi yang bisa jadi membawa pengaruh peluang kerja Anda di masa depan. Jika perilaku Anda buruk, sang pewawancara akan ingat dan akan sebarkan cerita buruk dan perilaku tak profesional yang Anda tampakkan.

Sehingga milikilah kebiasaan menyenangkan. Gunakan nada bicara yang menyenangkan, jangan gunakan bahasa gaul. Meskipun Anda gugup, tapi ya jangan sampai lah tampak seperti zombie; miskin senyum, tatapan dingin dan tampang tak mengenakkan. Tampakkan antusiasme dan penuh empati.

Hal ini berlaku bahkan ketika Anda menghadapi bagian resepsionis. Dia adalah orang yg pertama kali Anda temui di tempat wawancara, dan pertemuan dengan dia lah yang membentuk kesan pertama atas Anda. Jangan salah anggap bahwa pangkat rendah itu sama artinya dengan tak diperhitungkan. Ada kemungkinan adalah tugas sang resepsionis untuk mengantarkan Anda ke sesi wawancara kerja. Dia punya daya untuk mengantarkan atau memperkenalkan Anda kepada para pewawancara secara positif atau negatif bahkan sebelum Anda bertatap wajah dengan mereka. Sehingga sang pewawancara bisa jadi akan mengkonfirmasi pendapat sang resepsionis begitu Anda telah pergi.

Sehingga sederhana saja; kepada siapapun yang Anda temui di tempat wawancara; bersikap ramah lah.

3. Kurang Persiapan & Latihan
Sudah jelas, persiapan dalam wawancara memang penting. Pewawancara berharap Anda tahu sesuatu tentang perusahaan dan posisi yang Anda incar. Pengetahuan itu akan membuat Anda tampak termotivasi dan benar-benar tertarik. Maka pastikan Anda sudah lakukan PR Anda; info tentang perusahaan, produk layanannya. Pelajari dari liputan media massa, internet, majalah, mantan karyawan, dsb.

Bentuk persiapan lain adalah dengan mengenali model-model pertanyaan yang sekiranya akan diajukan, semisal seperti yg bisa Anda baca di blog ini. Itu bukan untuk dihapal sehingga Anda tak ubahnya seperti beo.

Dampak lain dari kurang latihan adalah munculnya lusinan kata “eemm”,”anu”,”kira-kira”, “mungkin” dan segala hal yang membuat Anda terkesan meragukan atau tak meyakinkan. Jika memang latihan sudah cukup tapi pas hadapi pertanyaan susah, maka daripada gunakan “eee” atau “anu”, mending beri saja jeda sebelum menjawab, dan juga antar kalimat waktu berbicara.

Maka janganlah lupa untuk melakukan latihan khusus untuk job interview Anda.

4. Gagal Mengartikulasikan Kelebihan Kekurangan
Menyebutkan kekuatan dan kelebihan memang ada seninya. Hanya Anda yang paling bisa mengenali kekuatan dan potensi diri sendiri. Ini bukan tempatnya untuk rendah hati. Jangan ragu untuk menceritakan kompetensi dan pencapain serta prestasi Anda. Anda perlu jaga jaga bila sang pewawancara belum sempat membaca detail CV Anda.

Tapi kadang masalahnya cuman karena gugup aja. Gara gara itu, apa yang harusnya kalimat sederhana jadi mbulet ndak jelas maksudnya apa. Dan lantas tak perlu pula gunakan bahasa dan istilah canggih dengan maksud agar terkesan pintar. Biasa aja, yang penting maksud Anda tersampaikan.

Variasi lain dari kesalahan ini adalah ketidakmampuan dalam menyambungkan pengalaman dan kompetensi diri dengan pekerjaan yang ditawarkan. Job description dari pekerjaan tawaran menggambarkan kebutuhan perusahaan. Maka Anda harusnya bisa menyambungkan pengalaman, bakat-bakat dan kekuatan yang sesuai dengan kebutuhan tersebut. Sehingga jika paparan kompetensi dan pengalaman Anda ngglambyar ke mana-mana sampai perihal yang tak relevan, maka peluang Anda diterima pun mengecil.

5. Mengeluh atau Menjelekkan Orang Lain
Anda akan terlihat buruk bila Anda banyak mengeluhkan atasan dan tempat kerja Anda sekarang, atau yang lalu lalu, atau pesaing-pesaing Anda. Tak perlu kita menjelekkan pihak lain untuk meninggikan diri sendiri. Itu bukanlah cara yang berhasil. Jikapun secara jujur Anda punya masalah dengan kondisi atau budaya kerja dari tempat kerja yang sekarang, tidak perlu juga Anda berkeluh kesah panjang lebar.

6. Salah Busana
Sekali lagi, kesan pertama begitu awet diingat. Dalam 17 detik pertama sejak sang pewawancara melihat Anda, kesan yang Anda hasilkan haruslah yang luar biasa positif. Berpakaianlah ala konservatif, jangan yang gaul. Untuk Anda yang perempuan: Tidak perlu gunakan banyak perhiasan; yang simpel2 saja. Jika Anda memang mengenakan perhatian, sebaiknya jangan yang imitasi. Gunakan sepatu hak rendah. Untuk Anda yang Laki-laki: Perhatikan arloji Anda, jangan kenakan arloji kekanakan yang penuh warna cerah. Jangan gunakan cincin akik secara mencolok. Sisir rapi rambut Anda. Tidak perlu juga gunakan parfum yang berlebihan sehingga bisa tercium dari radius jarak 2 meter. Jika Anda naik motor, sebaiknya cek lagi penampilan Anda di kamar mandi sebelum tiba giliran Anda. Dan jangan lupa tinggal jaket dan sarung tangan Anda di motor. Anda bahkan harus terlihat cakep sejak bertemu dengan resepsionis.

7. Makan Permen Karet atau Merokok
Permen karet dan rokok bisa jadi teman sejati Anda di kala sedang gugup. Tapi semua itu tidak sebaiknya menemani sejak Anda sudah sampai di daerah parkiran. Permen karet membuat Anda tidak terkesan formal dan malah terlihat sok. Sementara rokok bisa jadi memberi kesan bahwa Anda kurang menaruh hormat pada sesi formal wawancara. Bahkan jika sang pewawancara terlihat merokok di ruang tunggu, Anda sebaiknya tidak merokok. Anda toh ibaratnya sedang mertamu ke rumah orang. Dan merokok merupakan hak eksklusif yang diberikan oleh sang pemilik rumah kepada tamunya.

Baca juga, 6 Daftar Pertanyaan Penentu Lolos Wawancara Kerja

6 Daftar Pertanyaan Penentu Lolos Wawancara Kerja



Banyak pelamar yang gagal diterima kerja karena tidak lulus sesi wawancara. Tidak mudah memang, apalagi bagi pelamar yang jarang melakukan interview kerja. Untuk memudahkan Anda saat proses wawancara, ketahui enam daftar pertanyaan yang menjadi penentu diterima atau tidaknya Anda di perusahaan tersebut.

1. Motivasi Bekerja
Menurut Chief Consultant Assessment dari Experd Consultant, Cherry Zulviyanti Riadi Lukman, motivasi dalam bekerja menjadi hal yang penting karena akan berpengaruh terhadap kinerja sang pelamar kedepannya. Maka Anda harus tahu motivasi apa yang membuat Anda ingin bekerja di perusahaan itu.

"Nanti akan ditanya, 'kenapa Anda ingin bergabung di perusahaan ini?' kita harus bisa mengemas jawabannya yang bisa menarik user bukan berarti kita ngasih jawaban yang bersifat teoritis tapi jawaban yang bisa memberikan upaya dan pengembangan perusahaan," papar Cherry kepada wolipop.

Ia memberikan contoh jawaban yang teoritis, misalnya Anda ditanya 'Bagaimana peran Anda saat berada dalam sebuah tim kerja?'. Kemudian Anda menjawab, 'Saya berperan untuk saling membantu tim karena penting dilakukan demi meraih hasil yang maksimal'. Jawaban seperti itu dinilai teoritis karena pelamar tidak menjawab pertanyaan dengan jawaban yang nyata sesuai dengan pengalamannya .

2. Rencana ke Depan
Rencana ke depan juga menjadi pertanyaan yang sensitif sehingga harus dijawab dengan tepat. Cherry menuturkan, pelamar harus mempunyai rencana lebih dulu kedepannya mau seperti apa. Anda harus memberikan jawaban yang konsisten dan menggambarkan karier lima tahun mendatang.

"Jangan (menjawab) 'nggak tahu sih pak jalani saja', itu jawaban yang kurang diharapkan sama user, coba menjawabnya 'saya akan berkontribusi terhadap ini-ini, saya ingin mengembangkan perusahaan dengan cara ini-ini," jelas wanita yang sudah enam tahun bekerja di Experd Consultant itu.

3. Gaji
"Biasanya akan ditanya harapan gajinya, memang si kandidat harus punya data terlebih dulu gaji di perusahaan itu seperti apa," ujar Cherry.

Data tersebut untuk membantu Anda lolos sesi wawancara. Jika jawaban mengenai gaji terlalu tinggi bisa membuat pewawancara kurang menyukai Anda. Namun kalau terlalu rendah bisa mempengaruhi persepsi pewawancara kalau Anda merupakan orang yang tidak percaya diri.

4. Pengetahuan Mengenai Posisi yang Dilamar
Pelamar harus memiliki pengetahuan luas mengenai posisi yang dia pilih. "User juga biasanya mengetes berdasarkan tiga hal, sisi knowledge, skill, dan behaviour. ," ujar Kurnia Fitra Utama, selaku Praktisi Human & Resources Development kepada wolipop, Kamis (07/2/2013).

Ia menambahkan, seseorang yang melamar ke sebuah perusahaan sudah harus tahu pekerjaannya seperti apa. Pengetahuan itu harus dimiliki sang pelamar sebelum melakukan wawancara agar bisa menjalin komunikasi yang baik dengan pewawancara.

5. Skill
Setiap orang tentu memiliki keahlian berbeda-beda. Maka sebaiknya memilih posisi yang sesuai dengan skill Anda saat melamar kerja. Keterampilan dalam bekerja juga menjadi pertanyaan penentu dalam proses interview. Sebagai contoh, melamar ke perusahaan advertising tapi memilih bagian keuangan, Anda harus tahu dan menguasai bidang tersebut karena nanti akan ditanya seberapa mampu Anda mengembangkan perusahaan.

6. Sikap
Saat melakukan wawancara kerja, user juga ingin mengetahui apa tindakan Anda untuk mengembangkan perusahaan. Pewawancara mau mengetahui cara Anda bersikap apakah sesuai atau tidak dengan posisi yang Anda inginkan.

"Jadi misalnya orang itu ngelamar jadi akuntan, dia punya knowledge akunting, skill, dan behaviour sebagai akuntan atau nggak," ujar Kurnia.

Baca juga, 10 Jurusan Paling Berguna Saat Cari Kerja

5 Hal Yang Perlu di Perhatikan Sebelum Melamar Pekerjaan

Selasa, 06 November 2012

Melamar Kerja

Sebelum melamar kerja sebaiknya kamu harus memepertimbangkan dimana kamu akan bekerja serta kemampuan apa yang kamu miliki saat ini hal ini perlu diperhatikan karena jika kamu sampai salah memilih tempat kerja maka bukanya mendapatkan gaji yang tinggi namun kamu bisa tidak betah kerja ditempat kamu kerja nanti.

Nah jika kamu saat ini ingin melamar kerja alangkah baiknya kamu memperhatikan hal hal berikut ini mau tahu apa aja itu simak 5 Hal Yang Harus Diperhatikan Sebelum Melamar Kerja berikut ini.

1. Cari perusahaan yang memiliki nama di bidangnya. Bukan hanya sekedar untuk gaya, bekerja di perusahaan terkenal dan bereputasi baik, Anda akan lebih mudah untuk mencapai kesejahteraan dan karir maksimal.

2. Perkembangan industri juga akan menentukan kemajuan karier Anda. Carilah peluang industri yang tengah berkembang, sehingga kesempatan kerja akan lebih mudah didapatkan.
3. Pemilihan lokasi juga menentukan. Ibaratnya, sama seperti Anda memilih lokasi dalam berdagang. Pilihlah perusahaan yang memiliki kantor di lokasi yang tengah berkembang.

4. Anda bisa mendapatkan pekerjaan dengan mudah, ketika memiliki jaringan yang kuat. Salah satu cara paling mudah untuk memperluas jaringan adalah bergabung dengan kelompok industri lokal di daerah Anda.

5. Tanyakan kepada orang lebih berpengalaman bekerja di bidang yang akan Anda pilih. Dengan begitu Anda akan mendapatkan beberapa referensi perusahaan yang seharusnya akan Anda pinang. Selain itu, Anda akan lebih mengetahui apa saja persyaratan yang harus Anda persiapkan.

Baca juga, 8 Pekerjaan yang Cocok Untuk Mahasiswa

8 Pekerjaan yang Cocok Untuk Mahasiswa

Jumat, 21 September 2012



Kamu mahasiswa yang sudah memiliki alasan untuk berkerja walaupun masih kuliah? Apapun alasanmu, baiknya kamu siap dengan risiko yang akan kamu hadapi. Sebab, peran ganda akan menuntut tanggung jawab ganda pula.

Kira-kira, pekerjaan apa ya, yang mungkin cocok dilakukan oleh mahasiswa? Pasalnya, tidak semua jenis pekerjaan mampu diemban olehmu yang masih memiliki tanggung jawab untuk menyelesaikan studi.

Kalau kamu bingung, Yuk simak pekerjaan apa saja yang sekiranya cocok untuk dilakukan olehmu versi huffpost college yang okezone kutip.

1. Penulis Online
Cocok dilakukan oleh mahasiswa karena selain gaya hidup dalam jaringan (daring/online) sangat dekat dengan kehidupanmu. Kamu bisa melamar ke portal berita online atau menjadi penulis konten website di satu perusahaan.

Bahkan sekarang perusahaan-perusahaan sedang gencarnya melakukan promosi melalui media sosial , dari pengakuan mahasiswa yang berkerja sebagai penulis konten media sosial, gaji yang diterima cukup untuk membiayai kuliahnya loh!

2. Tutor
Kamu bisa mengajukan lamaran ke tempat belajar non formal seperti tempat kursus, les, atau lainnya. Selain bisa mendapatkan dana tambahan, kamu juga bisa mendapat banyak pelajaran. Konon, semakin kita mentransfer ilmu yang telah kita dapat, maka akan semakin membuat kita merasa kurang, itulah yang membuat kita semakin giat mencari pengetahuan untuk menunjang transfer ilmu selanjutnya.

3. Humas
Tidak hanya cocok untuk mahasiswa jurusan komunikasi, tetapi jurusan lain pun bisa cocok dengan pekerjaan ini. Kehumasan memiliki fleksibilitas waktu yang bisa kamu sesuaikan dengan jadwal kuliahmu, selain itu, bekrja di bidang kehumasan bisa meluaskan jaringanmu loh!

4. Staff Admin
Biasanya cocok untuk magang, tetapi enggak ada salahnya untuk dicoba. Gaji untuk staff admin lumayan untuk kebutuhan sehari-hari, tetapi agak kurang fleksibel untuk jam kerjanya. Mungkin kamu yang ambil kuliah malam cocok dengan pekerjaan ini.

5. Staff Peneliti
Cocok untuk kamu yang suka melakukan penelitian. Pekerjaan ini agak jarang sih, tetapi bukan berarti enggak ada. Kamu bisa bantu dosenmu yang kiranya sedang melakukan penelitian, atau melamar di lembaga penelitian dan pengembangan (litbang) suatu perusahaan. Pekerjaan ini merupakan pekerjaan yang cukup prospektif untuk kamu mahasiswa dengan jurusan ilmu eksak.

6. Hospitality
Ini bukan pekerjaan yang berhubungan dengan rumah sakit ya. Mungkin kamu bingung, hospitality itu pekerjaan jenis apa sih? Hospitality itu pekerjaan yang berhubungan dengan pelayanan, misal karyawan restoran atau hotel, seperti koki, pramusaji, housekeeping dan lainnya. Walaupun terkesan enggak menjanjikan dalam hal karir, tetapi jangan salah persepsi loh, selain menjanjikan waktu kerja yang fleksibel, pendapatannya juga cukup lumayan. Apalagi jika restoran atau cafenya popular, konon tipsmu bisa lebih besar dari gajimu!

7. Jasa Marketing
Bagi kamu yang ingin berwirausaha selepas kuliah, pekerjaan ini cocok banget. Apalagi kamu lakukan saat kuliah, maka mental marketingmu akan terasah. Ajukan dirimu sebagai marketing officer, selain waktu kerja yang fleksibel, kamu bisa menambah jaringan juga loh.

8. Jasa Antar-Jemput
Enggak punya waktu untuk membuat CV atau malas menyesuaikan waktu dengan pekerjaan? Pekerjaan ini mungkin terdengar menggelitik, tetapi bisa menghasilkan uang tambahan yang lumayan. Jika kamu memiliki kendaraan, kamu bisa menawarkan tetanggamu untuk mengantarkan anaknya sekolah tiap pagi dan menjemput mereka sepulang sekolah atau menawarkan mengantar mereka ke kantor dengan meminta bayaran perbulan.

Pengakuan mahasiswa "ojek" di daerah Depok, dia bisa mendapatkan Rp1 juta per bulan dengan jumlah pelanggan 3 orang.

Nah, jadi kamu mau pilih yang mana? Baiknya pilih yang sesuai dengan minat, jurusan kuliah dan waktu kuliahmu. Yang terpenting jangan sampai menganggu studimu.

Baca juga, 7 Langkah Sukses Hari Pertama Masuk Kerja

7 Langkah Sukses Hari Pertama Masuk Kerja



Menjadi orang baru di kantor memang bukanlah hal yang mudah, apalagi hari ini perta kalinya anda masuk kerja. Jangan terjerumus dalam hal-hal kecil yang bisa membuat anda diasingkan. Pelajari 7 tips berikut ini.

Setelah melalui proses rekrutmen yang panjang, kini saatnya Anda memasuki kantor baru. Seperti apa teman kerja, lingkungan, dan apakah mereka akan menyukai Anda tentunya membuat hati berdebar-debar.

Jangan khawatir, selalu ada cara agar Anda mudah diterima. Ingat, jangan hanya fokus ke diri Anda tapi juga perhatikan lingkungan dan teman sekerja, seperti dikutip yahoo.mews.com

1. Cara Berpakaian
Anda adalah orang baru di kantor. Jangan berharap teman sekerja langsung bisa mengenali kepribadian Anda. Penampilan luar merupakan salah satu poin kesan pertama Anda. Gunakan pakaian yang pantas dan tidak berlebihan di hari pertama bekerja. Seperti apa gaya berbusana di kantor baru bisa Anda pelajari saat datang wawancara atau ketika proses rekrutmen di kantor tersebut. Jika Anda belum pernah sama sekali mengunjungi kantor Anda, tak ada salahnya memilih pakaian yang lebih rapih ketimbang yang lebih santai. Ini adalah momen untuk menciptakan kesan pertama, pastikan pakaian yang dipilih bisa memberi gambaran seperti apa kepribadian Anda di tempat kerja. Jangan menggunakan aksesori atau makeup berlebihan yang seakan meminta perhatian. Bisa jadi hal tersebut malah membuat Anda menjadi bahan omongan miring di tempat kerja baru.

2. Budaya Kantor
Mempelajari seperti apa budaya kantor baru Anda sangatlah penting. Ada kantor yang santai, formal, atau kombinasi antara keduanya. Pastikan Anda mempelajari dulu seperti apa budaya kantor Anda dari perilaku teman-teman sekerja, hubungan teman sekerja dengan atasan, dan sebaliknya. Ada kantor yang Anda bisa dengan santai menghampiri meja bos untuk berdiskusi, ada juga kantor yang bahkan Anda tak akan punya kesempatan untuk berbicara dengan bos besar Anda. Anda tentunya tak mungkin mengingat banyak hal dalam waktu yang singkat. Gunakan catatan untuk mengingat hal-hal yang penting.

3. Kepribadian yang Positif
Dalam proses bekerja, suatu saat Anda pasti membutuhkan bantuan rekan kerja. Jangan bangun dinding yang tinggi pada hari pertama kerja. Sapa rekan kerja yang Anda temui dengan senyum. Untuk awal, cukup sapa dengan senyum atau hai. Tak perlu terlalu keras berusaha mengobrol seakan Anda sudah mengenal mereka lama. Terlalu 'sok akrab' malah akan membuat Anda dijauhi di tempat kerja. Biarkan hubungan Anda tumbuh secara alami lewat proses interaksi sehari-hari. Pada masa-masa awal kerja, jika ada ajakan untuk hang-out selepas kerja, usahakan untuk ikut serta. Lewat kesempatan yang lebih santai tersebut Anda bisa mengenal rekan kerja lebih jauh dan mengakrabkan diri. Usahakan untuk seimbang dalam mendekati berbagai jenis rekan kerja. Terlalu banyak mendekati rekan kerja laki-laki atau terlalu memilih mendekati atasan akan membuat Anda cepat jadi bisik-bisik kantor.

4. Mengingat Nama & Posisi
Ini merupakan hal yang penting untuk membangun kesan pertama. Usahakan untuk mengingat nama teman sekerja Anda, minimal yang satu bagian atau divisi. Anda juga bisa membuat semacam peta nama agar mudah mengingat. Gambar secara umum posisi duduk dan tulis nama teman Anda untuk memudahkan mengingat. Pilih satu atau dua orang yang Anda ingat betul, lalu minta bantuan mereka untuk mengingat nama-nama teman lainnya. Mengetahui posisi orang tersebut di perusahaan juga penting. Jangan sampai sikut-sikutan di lift dengan rekan sekerja yang ternyata salah satu orang penting di perusahaan Anda. Memang tidak mudah untuk melakukan hal tersebut dalam minggu pertama. Lakukan bertahap dimulai dari orang yang paling sering berinteraksi dengan Anda.

5. Bantu & Inisiatif
Salah satu cara untuk mudah disukai di tempat kerja baru adalah menjadi rekan kerja yang senang membantu dan berinisiatif. Tentunya lagi-lagi jangan berlebihan. Pastikan pekerjaan Anda tetap bisa diselesaikan walau harus membantu tugas rekan kerja. Jika pekerjaan Anda sudah selesai, jangan hanya berdiam diri dan menunggu penugasan selanjutnya. Tanyakan kepada atasan atau rekan kerja apa yang bisa Anda lakukan atau siapa yang bisa Anda bantu.

6. Semangat Bekerja
Jangan pernah memiliki kebiasaan selalu datang telat dan sering pulang cepat. Hal tersebut tentunya bukan hal yang tepat untuk memberi kesan pertama yang baik. Usahakan selalu datang sedikit lebih cepat jika memungkinkan dan pulang setelah waktunya atau sudah ada rekan kerja lain yang pulang. Pelajari dulu bagaimana kebiasaan kantor baru Anda. Ada kantor yang karyawannya tidak pulang sebelum bosnya pulang. Ada juga yang bebas pulang pergi asal pekerjaan selesai. Untuk bulan-bulan awal selama Anda masih masa penilaian, usahakan selalu tepat waktu saat datang dan berkontribusi lebih. Setelah mempelajari kebiasaan perusahaan, pelan-pelan Anda bisa menyesuaikan diri. Salah satu kesan pertama yang harus dihindari adalah malas!

7. Hindari Bergosip
Godaan terlibat bergosip memang kadang susah ditolak. Untuk masa-masa awal sebaiknya hindari terlibat dalam kegiatan pergosipan. Jangan sampai citra Anda sebagai anak baru menjadi miring karena ikut-ikutan berkomentar dan terlibat dalam tim gosip. Sebagai anak baru, sebaiknya perbanyak teman daripada lawan.
Satu hal lagi yang tak kalah penting adalah meminimalisir kepentingan pribadi pada jam kerja. Usahakan sesedikit mungkin chatting, membuka situs jejaring sosial, atau izin untuk hal-hal yang tidak terlalu penting.

Baca juga, 7 Tips Mengatasi Rasa Bosan Dalam Bekerja dan 10 Pekerjaan yang Cocok Buat Seorang Pemalu

7 Tips Mengatasi Rasa Bosan Dalam Bekerja

Jumat, 14 September 2012



Pernahkah anda merasa bosan dalam bekerja? Pasti semua sepakat menjawab pernah..
Setiap manusia pasti mempunyai titik jenuh tapi kadar kejenuhan setiap manusia berbeda-beda, mungkin sedikit tips ini bisa membantu anda untuk lebih fokus dalam bekerja.

1. Bersyukur
Jadilah orang yang pandai bersyukur. Penghasilan yang besar tanpa didasari rasa syukur maka kita tidak akan pernah merasa
cukup, tetapi penghasilan kecil yang disertai rasa syukur, sungguh akan membuat kita puas dan merasa cukup. Kecil bagi kita belum tentu kecil bagi orang lain.

2. Jangan mudah puas
Tidak mudah puas bukan berarti kita tidak mensyukuri hasil yang telah kita dapat, tetapi kemampuan seseorang akan berkembang ketika dia terus belajar dan berusaha, hari ini harus lebih baik dari kemarin.

3. Istirahat
Gunakan waktu istirahat sebaik mungkin dengan mencari udara segar di lain tempat anda bekerja, misalnya keluar untuk makan siang. Pikiran yang segar akan menghasilkan ide-ide yang cemerlang.

4. Cintai pekerjaan
Seseorang yang sedang jatuh cinta maka dia akan rela melakukan apa saja demi orang yang dicintainya, begitu juga dalam pekerjaan. Cari manfaat positif yang bisa kita dapat dari pekerjaan kita.

5. Konsentrasi
Jangan membawa permasalahan dirumah ke tempat kerja, hal ini akan menyebabkan kurangnya konsentrasi dan membuat kita malas-malasan dalam bekerja.

6. Jaga kepercayaan
Mencari hasil yang sebesar-besarnya itu penting tetapi lebih penting menjaga kepercayaan dengan orang lain disekitar kita, sehingga akan tercipta suasana yang damai dan menyenangkan dalam bekerja.

7. Refreshing
Seharian berkutat dengan pekerjaan mungkin akan menjadikan kepala kita penuh dengan hal-hal yang menyebalkan. Cari kesibukan atau kesenangan lain diluar jam kerja. Jalan-jalan diakhir pekan mungkin akan menjadi sebuah pilihan yang tepat bagi anda.

Baca juga, 10 Pekerjaan yang Cocok Buat Seorang Pemalu

OTOMOTIF

TIPS

 

© Copyright HOT NEWS 2010 -2013 | Design by Giyono Umeda | Published by Giyono Umeda | Powered by Blogger.com.