News Update :

New Post

FACEBOOK

HOT

Tampilkan postingan dengan label sepakbola. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sepakbola. Tampilkan semua postingan

10 Stadion Sepakbola Terbaik di Indonesia

Jumat, 21 Juni 2013

Mantan Wakil Presiden Indonesia Jusuf Kalla pernah mempunyai usul untuk mengajukan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia alias World Cup pada tahun 2020. Usul itu ditanggapi dingin oleh FIFA dan akhirnya FIFA menunjuk Qatar sebagai tuan rumah event terakbar empat tahunan di tahun 2020 tersebut. Ketidakterpilihan Indonesia tersebut bukanlah karena kita tidak memiliki stadion berstandar internasional yang baik, tetapi lebih kepada prestasi timnas Indonesia yang kalah bersaing di level Asia Tenggara lebih-lebih di Asia bahkan di dunia.

Hal ini dapat dibuktikan dengan lumayan banyaknya stadion Indonesia yang sudah berstandar internasional yang sudah ada maupun stadion standar internasional yang masih dalam proses pembangunan dan penyelesaian. Berikut ini sepuluh stadion terbaik di Indonesia yang sudah rampung maupun yang akan menjadi stadion bertaraf internasional.

1. Gelora Bung Karno

Gelora Bung Karno

Kota: Jakarta, DKI Jakarta
Dibangun: 8 Februari 1960 (Renovasi 2007)
Kandang: Tim Nasional Indonesia dan Persija Jakarta
Kapasitas: 88.083 orang
Tipe Stadion: Stadion Sepakbola Lama
Kategori: A

Sejarah Singkat
Gelanggang Olahraga (Gelora) Bung Karno adalah sebuah komplek olahraga serbaguna di Senayan, Jakarta. Komplek olahraga ini dinamai untuk menghormati Soekarno, presiden pertama Indonesia, yang merupakan tokoh yang mencetuskan gagasan pembangunan komplek olahraga ini. Dalam rangka de-Soekarnoisasi pada masa Orde Baru, nama komplek olahraga ini diubah menjadi Istora
Senayan. Setelah bergulirnya gelombang reformasi pada 1998, nama komplek olahraga ini dikembalikan kepada namanya semula melalui Surat Keputusan Presiden No.7 Tahun 2001.

Dengan kapasitas sekitar 100.000 orang, stadion yang mulai dibangun pada pertengahan tahun 1958 dan penyelesaian fase pertamanya pada kuartal ketiga 1962 ini, merupakan salah satu stadion yang terbesar di dunia. Pembangunan stadion ini didanai dengan kredit lunak dari Uni Soviet sebesar 12,5 juta dollar AS. GBK pada mulanya dibangun untuk menyelenggarakan Asian Games IV tahun 1962.
Pada saat Indonesia menjadi salah satu tuan rumah Piala Asia tahun 2007, stadion ini direnovasi dengan mengurangi kapasitas stadion menjadi 88.083 orang.

2. Gelora Sriwijaya Jakabaring

Gelora Sriwijaya Jakabaring

Kota: Palembang, Sumatera Selatan
Dibangun: Tahun 2001
Kandang: Sriwijaya FC
Kapasitas: 40.000 orang
Tipe Stadion: Stadion Sepakbola Lama
Kategori: A

Sejarah Singkat
Stadion Gelora Sriwijaya yang terletak di daerah Jakabaring, Palembang ini merupakan salah satu stadion terbesar di Indonesia. Dibangun dalam rangka persiapan Sumatera Selatan sebagai tuan rumah PON XVI tahun 2004 yang menunjukkan keseriusan daerah ini dalam menyambut dan menyukseskan event empat tahunan tersebut. Kini pasca-PON stadion ini digunakan klub juara Copa Indonesia dan juara Liga Indonesia tahun 2007, Sriwijaya FC, sebagai homebase klub tersebut. Stadion ini juga pernah digunakan sebagai tuan rumah pertandingan kualifikasi dan perebutan tempat ke-3 Piala Asia 2007 mewakili stadion Indonesia selain Gelora Bung Karno.

3. Stadion Palaran

Stadion Palaran

Kota: Samarinda, Kalimantan Timur
Dibangun: Tahun 2005
Kandang: Persisam Putra Samarinda
Kapasitas: 50.000 orang
Tipe Stadion: Stadion Madya (Olimpic)
Kategori: A

Sejarah Singkat
Stadion ini diproyeksikan untuk menyelenggarakan PON XVII 2008 Kalimantan Timur. Stadion ini merupakan stadion pertama di Indonesia yang seluruh tempat duduknya memakai kursi penonton. Stadion ini merupakan salah satu stadion terbesar di Indonesia bahkan Asia Tenggara.

4. Gelora Bung Tomo

Gelora Bung Tomo

Kota: Surabaya, Jawa Timur
Kapasitas: 50.000 orang
Tipe stadion: Stadion Sepakbola Lama
Kategori: A

Sejarah Singkat
Stadion Gelora Bung Tomo yang terletak di Surabaya Barat ini merupakan kandang dari Persebaya 1927 Surabaya yang sekarang merumput di Liga Primer Indonesia (LPI). Stadion ini diresmikan pada bulan Mei tahun 2010 yang lalu.

5. Stadion Nasional

Stadion Nasional

Kota: Pekanbaru, Riau
Dibangun: Tahun 2009
Kapasitas: 43.000 kursi.
Tipe Stadion: Stadion Madya (Olympic)
Kategori: A

Sejarah Singkat
Stadion Nasional mulai dibangun pada tahun 2009 untuk menyambut Pekan Olahraga Nasional XVIII Riau 2012. Stadion ini merupakan stadion utama eventtersebut. Dengan arsitektur modern stadion ini nantinya akan menjadi salah satu stadion terbaik di
Indonesia.

6. Stadion Dompak

Stadion Dompak

Kota: Tanjung Pinang (Pulau Dompak), Kepulauan Riau
Dibangun: Dalam tahap pembangunan
Kapasitas: 40.000 orang
Tipe Stadion: Stadion Sepakbola Lama
Kategori: A

Sejarah Singkat
Stadion Utama Tanjung Pinang ini diperkirakan selesai tahun 2012 dan nantinya akan menjadi salah satu stadion bertaraf internasional di Indonesia.

8. Stadion Gedebage

Stadion Gedebage

Kota: Bandung, Jawa Barat
Dibangun: Masih dalam tahap perencanaan
Kapasitas: 40.000 orang
Tipe Stadion: Stadion Sepakbola Lama
Kategori: A

Sejarah Singkat
Stadion Gedebage merupakan stadion masa depan Persib Bandung untuk menjalani partai kandang menggantikan Stadion Jalak Harupat. Stadion Gedebage kelak akan menjadi salah satu stadion terbaik di Indonesia.

9. Stadion Perjiwa (Aji Imbut)

Stadion Perjiwa

Kota: Tenggarong, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur
Dibangun: Tahun 2007, masih dalam tahap penyelesaian
Kapasitas: 35.000 orang
Tipe stadion: Stadion Madya (Olimpic)
Kategori: A

Sejarah Singkat
Stadion Perjiwa atau lebih dikenal dengan stadion Aji Imbut jika sudah rampung seratus persen maka stadion ini dipastikan akan lebih megah dibanding Stadion Palaran ataupun GBK. Selain lapangan standar Eropa, stadion ini akan dilengkapi atap model knock down, yaitu atap yang bisa diatur membuka dan menutup secara digital.

10. Stadion Taman BMW

Stadion Taman BMW

Kota: Jakarta, DKI Jakarta
Dibangun: Dalam tahap pembangunan, diperkirakan selesai tahun 2020
Kapasitas: 40.000 orang
Tipe Stadion: Stadion Sepakbola Modern
Kategori: A

Sejarah Singkat
Stadion Taman BMW (Bersih Manusia dan ber-Wibawa) merupakan kandang masa depan klub Persija Jakarta. Dapat dibayangkan apabila stadion ini selesai sesuai dengan perencanaan yang telah ada, stadion ini tidak akan kalah dengan Allianz Arena di Jerman maupun Emirates Stadium di Inggris.

Baca juga, 10 Pemain Sepakbola Bertalenta Dari Tanah Papua

6 Fakta Menarik Tentang Neymar

Jumat, 07 Juni 2013



Barcelona telah resmi mendapatkan bintang muda Brasil Neymar. Penyerang andalan tim Samba ini akan menjadi tandem Lionel Messi di barisan depan Blaugrana.

Barcelona berhasil memenangkan perebutan Neymar usai menyingkirkan Real Madrid. Neymar menjadi penghuni baru Camp Nou setelah ditransfer senilai 57 juta euro dari Santos.

Meski namanya tak asing lagi, namun beberapa fakta mengenai sosok Neymar mungkin belum banyak yang mengetahui. Nah, berikut ini 6 fakta yang mungkin belum banyak diketahui mengenai sosok Neymar:

1. Cetak Gol ke-100 di ulang tahun ke-20
Neymar merayakan ulang tahun pada tanggal 5 Februari 2012 dengan mencetak gol ke-100. Gol penting Neymar ini dicetak ke gawang Palmeiras. Menariknya, tak banyak pemain yang dapat mencetak gol di hari ulang tahunnya.

2. Neymar seorang ayah
Messi mungkin lebih dulu terkenal dibanding Neymar. Namun, Neymar ternyata lebih dulu menjadi seorang ayah. Saat masih berusia 19 tahun, Neymar telah menjadi seorang ayah dari bayi lucu bernama Davi Lucca.

3. Hampir gabung Madrid saat usia 14 tahun
Neymar pernah terbang ke Madrid untuk melakukan beberapa tes. Setelah semua tes berhasil dilewati, Madrid tinggal menyodorkan kontrak resmi. Sayangnya, Santos membuyarkan rencana Madrid dengan memagari sang pemain.

4. Satu-satunya atlet Brasil yang jadi cover Majalah TIME
Sangat sulit dipercaya bahwa Neymar menjadi satu-satunya atlet asal Brasil yang mampu menghiasai cover majalah ternama ini. Ini menjadi sebuah pembuktian daya tarik seorang Neymar.

5. West Ham klub pertama yang menawar Neymar
West Ham United pernah mengajukan tawaran sebesar 12 juta poundsterling untuk memboyong Neymar ke Premier League. Namun tawaran itu ditolak mentah-mentah oleh Santos.

6. Peringkat ke-7 dalam daftar pesepakbola terkaya
Neymar saat ini mampu masuk dalam daftar pemain bola terkaya meski masih kalah dari Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo. Namun menengok usianya yang masih 21 tahun, Neymar tentu punya jalan panjang untuk menjadi nomor 1.

Baca juga, 10 Fakta Unik dan Menarik Sir Alex Ferguson

10 Rekor Tak Terkalahkan Klub Sepak Bola

Senin, 03 Juni 2013

Sepak bola adalah olahraga favorit dunia. Menang, kalah dan imbang sudah menjadi hal biasa. Tapi bagaimana dengan tak terkalahkan? Tentu menjadi hal yang luar biasa. Tak banyak klub yang mampu menorehkan rekor ini. Berikut adalah 10 pemegang rekor tersebut.

1. Arsenal 2003-2004 (49 Laga)

Arsenal 2003-2004 (49 Laga)

Arsenal pada 2003/04 menyusul jejak Preston North End lebih dari seabad silam sebagai tim yang mampu menyudahi satu musim top flight Liga Inggris tanpa sekali pun menderita kekalahan, sekaligus merengkuh predikat The Invincibles. Trofi Premier League musim itu pun diamankan pasukan Arsene Wenger, yang ketika itu masih bermarkas di Stadion Highbury.

Unbeaten run yang sudah dimulai sejak dua partai jelang penutupan 2002/03 itu dilanjutkan The Gunners sampai pekan kesembilan ‘04/05, alias menyentuh 49 laga. Sayang, niatan untuk menggenapkan catatan tersebut menjadi 50 partai pupus setelah mereka ditumbangkan rival berat, Manchester United, 2-0 di Old Trafford.

2. Juventus 2011-2012 (49 Laga)

Juventus 2011-2012 (49 Laga)

Datang menggantikan Ciro Ferrara sebagai pelatih Juventus, Antonio Conte langsung mempersembahkan scudetto pada musim 2011/12 lalu alias musim debutnya bertugas di Turin. Hebatnya, titel pertama Si Nyonya Tua pasca-calciopoliitu dibukukan dengan status tak terkalahkan sepanjang musim -- total 39 laga ditambah satu partai terakhir Ferrara yang berkesudahan 2-2 kontra Napoli pada pekan pamungkas 2010/11. T

anpa kehadiran Conte -- yang pada Agustus divonis bersalah dalam kasus scommessopoli karena tidak melaporkan upaya pengaturan skor sewaktu membesut Siena -- di tepi lapangan, Bianconeri ternyata tetap mampu tampil gemilang dan menjaga rekor tak terkalahkan hingga giornata 10 musim ini.
Namun, Juve akhirnya tersandung juga. Pada pekan ke-11, mereka dipaksa menyerah 3-1 oleh seteru abadi, FC Internazionale, di Juventus Stadium.

3. Ajax 1994-1996 (52 Laga)

Ajax 1994-1996 (52 Laga)

Golden generation era 1990-an, dengan nama-nama seperti Edwin van der Sar, De Boer bersaudara, Clarence Seedorf, Marc Overmars, hingga Patrick Kluivert adalah salah satu skuat terbaik yang pernah dimiliki Ajax Amsterdam. Selain berkuasa di Eredivisie dengan tiga gelar berurutan (1994, 1995, 1996), tim arahan Louis van Gaal juga meraih kejayaan di pentas Eropa dengan menjuarai Liga Champions 1994/95 -- titel keempat sepanjang sejarah Ajax.

Torehan tak terkalahkan sebanyak 52 partai di liga domestik melengkapi kegemilangan De Godenzonen alias Putra-Putra Dewa pada periode ini. Adalah tuan rumah Willem II yang akhirnya menyetop laju Ajax dengan membukukan kemenangan tipis 1-0 pada 14 Januari 1996.

7. FC Porto 2010-2012 (55 Laga)

FC Porto 2010-2012 (55 Laga)

Bertahan lebih dari dua dekade, rekor Benfica sebagai tim dengan rangkaian tak kalah terpanjang di Liga Portugal nyaris saja disamakan oleh Porto. Rentetan tak terkalahkan Os Dragoes bermula pada Maret 2010, waktu kendali tim masih dipegang Jesualdo Ferreira. Catatan bagus berlanjut ketika tongkat kepelatihan diambil alih Andre Villas-Boas, sosok yang kini menukangi Tottenham Hotspur di Liga Primer Inggris, pada 2010/11. Di musim itu, sang bos muda mempersembahkan empat gelar, termasuk Liga Europa, sebelum hengkang ke Chelsea.

Streak sudah menyentuh 55 laga kala tim, di bawah asuhan pelatih terkini, Vitor Pereira, bertandang ke markas Gil Vicente pada pekan ke-17 Primeira Liga musim kemarin. Kalau seri saja dalam partai ini, maka rekor Benfica akan disetarakan Porto. Sayang, mereka justru takluk dengan skor 3-1.

6. Penarol 1966-1969 (56 Laga)

Penarol 1966-1969 (56 Laga)

1960-an pantas dianggap sebagai periode keemasan Penarol. Tujuh titel liga, tiga Copa Libertadores, serta dua Piala Interkontinental mereka caplok pada dekade ini. Selain trofi, pencapaian mentereng lain yang juga diukir Penarol adalah rekor tak terkalahkan di Liga Uruguay sebanyak 56 pertandingan yang membentang selama tiga tahun, sejak September 1966 sampai September 1969. Torehan impresif tim berjulukan Carboneros alias Si Penambang Batu Bara ini dipastikan berakhir setelah mereka dibekuk Liverpool Montevideo dua gol tanpa balas.

5. Benfica 1976-1978 (56 Laga)

Benfica 1976-1978 (56 Laga)

Di bawah arahan pelatih asal Inggris, John Mortimore, Benfica mengukuhkan diri sebagai pemegang rekor tak terkalahkan sepanjang sejarah di Liga Portugal. Diperkuat bintang-bintang Seleccao era tersebut, seperti Fernando Chalana, Humberto Coelho, Toni, Nené, Manuel Bento, Shéu, João Alves, dan Minervino Pietra, Os Aguias tak terhadang dalam 56 duel. Streak ciamik Benfica, yang diawali sejak Oktober 1976, baru terhenti pada akhir 1978. Mereka takluk 1-0 saat melawat ke markas musuh besar, FC Porto.

6. AC Milan 1991-1993 (58 Laga)

AC Milan 1991-1993 (58 Laga)

Tim Milan asuhan Arrigo Sacchi yang mencaplok dua titel Piala Champions berurutan pada 1989 dan 1990 punya julukan “The Immortals”, sedangkan skuat pimpinan Fabio Capello dengan rengkuhan tiga scudetto konsekutif antara 1992 dan 1994, juga Liga Champions 1993/94, dilabeli “The Invincibles”.Alasannya sudah jelas, Rossoneri di bawah arahan Don Fabio mengemas rekor tak terkalahkan terpanjang dalam sejarah Serie A, setotal 58 pertandingan, di periode Mei 1991 sampai Maret 1993.

Bermaterikan pemain yang tak banyak berubah dibandingkan era Sacchi, termasuk trio Belanda Frank Rijkaard, Ruud Gullit, dan Marco van Basten, Capello menyempurnakan Milan dengan menambahkan detail kecil yang diperlukan. Adapun tim yang mengakhiri rekor imbattuta Milan besutan Capello adalah Parma, yang membawa pulang kemenangan 1-0 dari San Siro pada giornata 23 musim 1992/93 berkat gol tunggal Faustino Asprilla.

3. Boca Juniors 1924-1927 (59 Laga)

Boca Juniors 1924-1927 (59 Laga)

Boca Juniors dua kali menorehkan rekor tak terkalahkan di Primera Division Argentina, yakni saat kompetisi masih berstatus amatir dan ketika sudah memasuki era profesional. Catatan paling istimewa adalah yang pertama, dibuat pada 1924 hingga 1927, ketika mereka tak terbendung dalam 59 laga.

Setelah ditumbangkan Huracan 2-0 pada akhir Maret 1924, Boca baru mengecap kekalahan lagi lebih dari tiga tahun berselang. Adalah tuan rumah Lanus yang menyetop rekor Boca dengan kemenangan 2-1 pada Juni 1927. Di era profesional, Boca, yang kini tercatat sebagai salah satu tim dengan koleksi titel terbanyak di dunia, juga sempat mengemas unbeaten streak lagi, sebanyak 40 pertandingan, pada 1998 sampai 1999.

2. Glasgow Celtic 1915-1917 (62 Laga)

Glasgow Celtic 1915-1917 (62 Laga)

Di tangan pelatih pertama Willie Maley, Celtic mencetak unbeaten streak yang hingga sekarang masih tercatat sebagai rekor di seantero Britania Raya. Pada rentang November 1915 sampai April 1917, The Hoops tak pernah mengecap kekalahan dalam 62 partai, termasuk di antaranya dua laga yang dimainkan dalam sehari, yakni melawan Raith Rovers FC (Celtic menang 6-0) dan Motherwell (3-1).
atsy Gallagher serta Jimmy “Napoleon” McMenemy mencuat sebagai bintang dalam skuat Celtic generasi ini. Tim juga diperkuat oleh Alec “The Icicle” McNair, yang sampai saat ini masih berstatus kolektor penampilan terbanyak untuk klub sebanyak 604 laga.

1. Steaua Bucuresti 1986-1989 (104 Laga)

Steaua Bucuresti 1986-1989 (104 Laga)

Inilah pemilik rekor tak terkalahkan terpanjang di sebuah liga domestik di Benua Biru. Pada periode kejayaannya, Steaua Bucuresti benar-benar tak tertandingi di Liga I Rumania. Tim yang waktu itu diperkuat para pemain seperti Miodrag Belodedici, László Bölöni, Marius Lăcătuş, Victor Piţurcă, dan Gavril Balint tak tersentuh kekalahan dalam 104 partai!

Steaua juga terbukti tidak jago kandang. Mereka sukses memenangi Piala Champions 1985/86, menjadi semi-finalis di edisi 1987/88, dan runner-up pada 1988/89.Adapun tim yang sanggup menghentikan streak Steaua di kancah domestik, yang bertahan selama tiga tahun (1986-89), adalah musuh sekota, Dinamo Bucuresti. Dinamo menang telak 3-0 kala bertamu ke markas Steaua pada 9 September 1989.

Kapankah rekor terpecahkan? Waktu yang akan menjawab.

Baca juga, 10 Akademi Sepakbola Terbaik di Dunia

10 Fakta Unik dan Menarik Sir Alex Ferguson

Kamis, 09 Mei 2013

10 Fakta Unik dan Menarik Sir Alex Ferguson

Selama seperempat abad lebih menahkodai Manchester United, Fergie telah banyak memberi perubahan luar biasa bagi klub ini. Berikut adalah data dan fakta terkait Alex “Boss” Ferguson, yang boleh jadi anda belum tahu.

1. Tentang Keluarga
Fergie lahir di wilayah yang populasi mayoritasnya kelas pekerja, Distrik Govan, Glasgow, Skotlandia, pada tanggal 31 Desember 1941 dari pasangan Alexander dan Elizabeth. Mereka tinggal di rumah petak 667 Govan-Road. Beberapa tahun lalu Fergie bercerita bahwa ayahnya adalah seorang pendiam dan gemar membaca dalam keheningan. Tapi kalau sudah marah, ia tak beda dengan gunung yang meletus, demikian Fergie tentang ayahnya. Hmmm, peribahasa lama, buah jatuh tak jauh dari pohon, rupanya ada benarnya.

2. Saat Remaja
Fergie remaja sempat magang di perusahaan besar pembuat perkakas, Remington Rand. Hanya dalam beberapa tahun ia diangkat menjadi penjaga toko perkakas ruangan. Ia mendobrak kemapanan. Wah, tak kelihatan seperti Si Bos ya?

3. Kisah Asmara
Saat peristiwa pemogokan buruh di awal 1960-an, Fergie bertemu gadis cantik bernama Cathy Holding, perempuan yang ia nikahi kemudian. Oh, cinta pada pandangan pertama. Di luar pekerjaan dan, ehm, kisah asmaranya dengan Cathy, di awal 1960-an Fergie dikenal sebagai penyerang tengah di kalangan pesepakkbola amatir di Glasgow. Dunfermline yang mengontraknya kemudian, membuatnya menjadi properti panas setelah 45 kali menggedor gawang lawan dalam 51 laga. Wah! 12 Maret 1966, ini hari bahagia buat Fergie. Ia resmi menikahi Cathy dan memboyongnya ke Simshill, Glasgow Selatan. Pada Februari 1972 Cathy melahirkan anak kembar, Jason dan Darren, menemani anak pertama mereka, Markus.

4. Awal Menjadi Pelatih
Sebagai pemain, Fergie sempat dikontrak Queens Park, St. Johnstone, Dunfermline, Glasgow Rangers, Falkirk dan Ayr United. Setelah pensiun sebagai pemain di Ayr United, tahun 1974, Fergie coba memulai karir baru sebagai pemilik pub. Dia menebok tabungannya demi sebuah bar di Glasgow. Pub itu dinamainya “Fergie’s” Mengelola pub ternyata lebih banyak mudharat ketimbang manfaat buat Fergie. Maka pada Juli 1974 ia pun banting stir menjadi pelatih East Stirlingshire.

Kelihatannya ia begitu gembira dengan tawaran ini, sampai tak membaca tulisan kecil dalam kontrak, bahwa di klub ini tersedia delapan pemain, tak seorang pun kiper. Jadi jangan kaget kalau di East Stirlingshire Fergie cuma bertahan 5 bulan. Tapi orang besar memang tak bisa lama-lama gagal. Ia segera digaet St. Mirren dan menikmati 4 tahun pertama kesuksesannya sebagai pelatih.

5. Sempat Menolak Klub Besar
Tahun 1978 Fergie ditunjuk menangani Aberdeen. Saat itu ia berstatus pelatih muda yang diburu. Wow, langkah besar buat Si Bos. Tapi tentu ini bukan yang terakhir.
Ini salah satu hal gila yang dilakukan Fergie sebagai pelatih. Setelah membawa Aberdeen mematahkan dominasi duo Glasgow di Liga Skotlandia. Ia menolak tawaran Wolves, Tottenham, bahkan Arsenal. Lah, kok bisa?

6. Awal Melatih Manchester United
Ini jawaban sekaligus impian Fergie. 5 November 1986, Fergie mengangkat telepon yang berdering. Di ujung lain telepon berbicara seorang bernama Martin Edwards. Edwards ini tak berbeda dengan orang lain, kecuali bahwa ia duduk di kursi puncak klub Manchester United.

7. Kata-Kata Ajaib
Sukses memang harus didahului rintangan-rintangan. Istrinya, Cathy, begitu mencintai kota Aberdeen dan menolak untuk pindah. Tapi Fergie sekarang kita kenal dengan kata-kata ajaibnya di tengah pertandingan, seperti saat membalikkan keadaan di laga Final Champion 1998-1999. Kualitas itulah yang akhirnya membuat sang istri mau mengalah.

8. Hidup Sederhana
Sukses juga butuh pengorbanan. Saat awal menggantikan Ron Atkinson menangani Man Utd, mulai 6 November 1989, gaji Fergie lebih kecil dari yang diterima dari Aberdeen. Hmmm, sabar ya, Bos. Waktunya akan tiba. Fergie seorang yang keras tapi mau belajar. Pada awal eranya Di Man Utd, Ia melarang gaya hidup mewah para bintangnya. Bahkan tak ada lagi hotel bintang lima untuk partai tandang. Tapi ia segera sadar, para bintang buruannya akan sulit menerima ide “hidup sederhana” begini.

9. Hampir Dipecat Dari Manchester United
Meski mengalami era kesuksesan panjang setelah awal yang goyah di Man Utd, Fergie sempat dua kali hampir mundur dari klub ini. Pertama pada 1993-1994, ketika rivalnya, George Graham yang melatih Arsenal, mendapat gaji dua kali lipat darinya. Kedua, saat gajinya tak juga naik selepas menyabet gelar ganda, Liga dan FA pada 1996. Untunglah pengurus klub akhirnya bertindak bijaksana dengan memberikan Fergie hal yang pantas ia dapatkan.

10. Mendapat Gelar Bangsawan
Selepas musim treble winner yang luar biasa, 1998-1999, Fergie diangkat mendapat gelar bangsawan, Knight Bachelor of British Empire, untuk pengaruhnya bagi sepakbola Inggris. Sisi lain hidup Fergie adalah kuda. Dia mencintai kuda pacu, dia menggemari pacuan kuda -olahraganya para raja. Ia juga mencintai seni. Ssst, ada gosip yang mengatakan Fergie tidak doyan makan keju dan roti.

Fakta Bonus
8 Mei 2013 mungkin menjadi hari bersejarah bagi Sir Alex Ferguson. Fergie secara resmi mengumumkan pensiun dari jabatan pelatih Manchester United. SAF menangis waktu mengumumkan dia akan pensiun di depan seluruh pemain, para pemain pun tak kuasa menahan air mata. Sir Alex Ferguson akan tetap berada di Manchester United sebagai Direktur Klub. Musim selanjutnya akan menjadi tantangan besar karena untuk pertama kalinya Manchester United mengarungi Premier League tanpa sosok Fergie.

Baca juga, 8 Pemain Manchester United yang Layak Menyandang Gelar Pangeran Old Traffrod

10 Pemain Paling Tampan di Liga Primer Inggris

Sabtu, 09 Maret 2013

Sepakbola kini bukan hanya tontonan pria saja, sekarang sepakbola telah menjadi salah satu tontonan yang diminati wanita. Karena banyak pemain yang tampan beraksi di lapangan hijau. Liga Primer Inggris menjadi salah satu tontonan yang sayang untuk dilewatkan, karena banyak pemain yang merumput di Negeri Ratu Elizabeth II tersebut sangat mempesona.

Berikut 10 pemain Liga Primer Inggris paling tampan yang dilansir dari goal.com.

1. Steven Gerrard

Steven Gerrard pantas masuk dalam daftar pemain paling ganteng di Liga Primer Inggris. Tak ada yang kurang sebagai laki-laki dalam pemain Liverpool tersebut. Wajah sendunya membuat tiap wanita meleleh pada Gerrard.

2. Frank Lampard

Jelas tidak ada yang bisa menyangkal kalau Frank Lampard menjadi salah satu pemain ganteng di Liga Primer Inggris. Lampard bukan hanya jago mencetak gol. Namun dia juga jago memikat hati wanita. Buktinya model Spanyol, Elen Rivas jatuh hati padanya. Kemudian Christine Bleakley, presenter televisi juga tak mampu menolak pesonanya.

3. Javier 'Chicharito' Hernandez

Wajah imut Javier 'Chicharito' Hernandez membuat wanita sangat gemas kepadanya. Striker Manchester United tersebut menjadi salah satu alasan mengapa banyak wanita rela datang memenuhi Old Trafford.

4. Joe Hart

Wanita mana yang tidak akan menjerit melihat Joe Hart. Kiper Manchester City tersebut menjadi salah satu pemain sepakbola yang sempurna. Wajah rupawannya semakin menarik dengan postur tubuh yang begitu proporsional.

5. Eden Hazard

Punggawa baru Chelsea ini layak menjadi pusat perhatian. Selain memiliki wajah yang tampan, Hazard juga begitu memukau di lapangan. Tapi sayangnya semua wanita yang menyukainya harus patah hati. Pasalnya Hazard sudah memiliki kekasih.

6. Theo Walcott

Theo Walcott menjadi salah satu pemain paling ganteng yang dimiliki Arsenal. Robin van Persie boleh pergi ke Manchester, tetapi bukan berarti pemain ganteng di Arsenal habis. Walcott menjadi salah satu yang paling mencuri perhatian. Banyak yang menilai wajah manisnya mirip dengan pembalap F1 Lewis Hamilton.

7. Sergio Aguero

Badan kekar yang dimiliki Sergio Aguero membuatnya terlihat sangat menarik. Aksinya yang cool di lapangan juga membuat para wanita menjerit histeris. Wajar saja bila akhirnya putri Diego Maradona, Giannina Maradona mau menjadi istrinya.

8. Fernando Torres


Siapa yang tidak kenal Fernando Torres. Selain karena kepindahannya yang kontroversial dari Liverpool ke Chelsea, Torres juga memiliki daya pikat luar biasa. Dengan gaya rambutnya yang memakai tambahan poni, Torres terlihat semakin menggemaskan.

9. Robin van Persie

Ini dia bintang baru Manchester United, Robin van Persie. Javier 'Chicharito' Hernandez bukan hanya bersaing soal tempat utama di tim dengan Van Persie, tetapi keduanya juga bakal bersaing menjadi idola para wanita. Hidung mancung, mata yang indah, serta senyum yang manis membuat Van Persie digilai wanita.

10. Jack Wilshere

Meskipun dalam satu musim terakhir ini Jack Wilshere absen di lapangan hijau tetapi punggawa Arsenal tersebut layak masuk daftar pemain ganteng Liga Primer Inggris. Muda, lucu, dan jago mengolah bola. Apalagi yang kurang dari Wilshere?

Baca juga, 10 Pemain Liga Inggris Dengan Akun Twitter Terpopuler

10 Keunikan Derby Merseyside: Everton vs Liverpool

Rabu, 27 Februari 2013



Derby Merseyside, laga klub sepakbola sekota antara Liverpool vs Everton, menyimpan banyak sekali keunikan. Tak hanya jadi laga derby sepakbola dengan tradisi yang alot, tapi juga punya banyak hal menarik di dalamnya. Liverpool vs Everton, Derby Merseyside, inilah 10 keunikan tentangnya...

1. Derby terpanjang.
Laga Liverpool vs Everton adalah pertandingan derby terpanjang yang pernah terjadi di divisi teratas sepakbola Inggris!

Keduanya selalu berduel di tiap musim divisi tertinggi Liga Inggris sejak musim 1962-63. Tidak ada derby lain yang berlangsung lebih lama dari ini. Derby Manchester? sempat terputus karena United beberapa kali degradasi sebelum tahun 60an, dan City pun pernah terlalu sering naik turun divisi.

2. Rekor kartu merah.
Pertandingan Derby Merseyside menghasilkan kartu merah terbanyak di Premierleague.

Fakta ini bisa menjadi gambaran panasnya rivalitas di atas lapangan. Sejak era Premierleague dimulai 1992, duel antara Liverpool vs Everton telah menghasilkan 20 kartu merah. Jumlah ini yang terbanyak dibandingkan pertandingan lainnya di EPL.

3. The Friendly Derby.
Derby Merseyside sempat disebut 'The Friendly Derby', karena banyak suporter Liverpool dan Everton yang berkerabat bahkan satu famili.

Maka bukan hal yang aneh jika seringkali terlihat, dua kubu suporter duduk bercampur di stadion. Ada kejadian unik di final Piala Liga 1984, dimana suporter Liverpool dan Everton berbaur di stadion, kemudian justru bersama-sama menyanyikan chant "Merseyside, Merseyside" dan "Are you watching Manchester?". Namun menjelang periode 90an, rivalitas Derby Merseyside semakin memanas, apalagi sejak era Premier League dimulai.

4. Sangat dekat.
Liverpool vs Everton adalah laga derby yang benar-benar sangat dekat. Jika diibaratkan tetangga, rumah mereka cuma berbatas tembok penyekat. Jarak antara Stadion Anfield dan Goodison Park cuma kurang dari 1 kilometer, hanya dibatasi sebuah area bernama Stanley Park!

5. Istilah 'Merseyside'.
Laga Liverpool vs Everton mendapat sebutan sebagai Merseyside Derby sejak 1955, saat sebuah koran nasional memakai istilah tersebut.

6. Klub dari kota tersukses.
Derby Merseyside adalah laga dua klub di kota tersukses dalam sejarah sepakbola Inggris.

Secara statistik, kota Liverpool adalah yang tersukses di sepakbola Inggris. Kota ini menghasilkan 27 trophy juara liga (dari Liverpool 18, Everton 9), lebih banyak daripada kota Manchester (22) dan London (19).

7. Siapa yang lebih baik?
Siapa yang lebih baik di Derby Merseyside? Liverpool atau Everton?

Di era 60an, keduanya adalah juara reguler di liga Inggris. Namun setelahnya, Liverpool menjadi lebih dominan, sedangkan Everton makin melemah. Kalau soal jumlah gelar juara, sudah jelas Liverpool lebih unggul.

Tren pertemuan di antara keduanya bisa dilihat pada grafik (klik gambar untuk memperbesar), dimana Everton lebih banyak menang sebelum tahun 1970an. *jumlah kemenangan Everton: warna biru, Liverpool: merah, seri: kuning.

Secara total, statistik hasil pertandingan Liverpool vs Everton hingga saat ini: bertanding 218x, Liverpool menang 88x, seri 64x, Everton menang 66x.

8. Jadwal yang unik.
Pengaturan jadwal Derby Merseyside sangat unik, karena selalu sama tiap musimnya.

Sejak 2003, jadwal derby pertama selalu berlangsung di Goodison Park (kandang Everton), dan baru kemudian di Anfield. Ini bukan terjadi karena kebetulan, tapi memang karena ada kesepakatan yang berkaitan dengan siaran televisi Liga Inggris.

9. Everton tidak pernah jadi tamu?
Everton sejatinya tidak pernah menjadi tamu di Derby Merseyside. Kenapa?

Saat bertandang ke Anfield, Everton kembali ke rumah lamanya. Secara historis, Everton adalah klub pertama yang menjadikan Stadion Anfield sebagai kandangnya (1884-1892). Namun ketika Liverpool didirikan pada 1892, Everton pindah ke Goodison Park. Itulah sebabnya terkadang fans Everton 'mengejek' Liverpool sebagai squatters atau penghuni liar.

10. Respek di tengah Rivalitas.
Tidak seperti kebanyakan klub derby lain, basis suporter Everton dan Liverpool sangat berdekatan bahkan bercampur di satu wilayah. Tapi, justru relatif jarang terjadi perkelahian fisik diantara kedua kubu suporter.

Ada satu kejadian menarik beberapa tahun lalu, saat terjadi insiden kriminal penembakan terhadap seorang bocah fans Everton tahun 2007. Liverpool mengundang keluarga sang korban di sebuah laga Liga Champions. Saat mereka masuk lapangan dengan mengenakan syal dan jersey Everton, musik khas suporter Everton untuk pertama kalinya diputar di Stadion Anfield! Dan Liverpudlian memberikan standing ovation sesaat sebelum menyanyikan lagu 'You'll Never walk Alone'.

Satu kesimpulan besar yang bisa menjadi pelajaran: Everton dan Liverpool adalah rival besar, secara tradisi berdasarkan fanatisme lokal mereka. Tapi, di sana ada sebuah RESPEK yang menjembatani keduanya. Suporter mereka bisa mengatakan saling membenci, tapi juga tidak menolak untuk bersatu ketika punya alasan untuk itu. Semangat sportivitas yang keren, cuma bertarung saat duel di lapangan.

Baca juga, 10 Derby Panas Antara Si Merah dan Si Biru

10 Rekor Tak Terkalahkan Terlama Klub Sepakbola

Jumat, 18 Januari 2013

10. Arsenal 2003-04 (49 Laga)



Arsenal pada 2003/04 menyusul jejak Preston North End lebih dari seabad silam sebagai tim yang mampu menyudahi satu musim top flight Liga Inggris tanpa sekali pun menderita kekalahan, sekaligus merengkuh predikat The Invincibles.
Trofi Premier League musim itu pun diamankan pasukan Arsene Wenger, yang ketika itu masih bermarkas di Stadion Highbury.

Unbeaten run yang sudah dimulai sejak dua partai jelang penutupan 2002/03 itu dilanjutkan The Gunners sampai pekan kesembilan ‘04/05, alias menyentuh 49 laga. Sayang, niatan untuk menggenapkan catatan tersebut menjadi 50 partai pupus setelah mereka ditumbangkan rival berat, Manchester United, 2-0 di Old Trafford.

9. Juventus 2011-12 (49 Laga).



Datang menggantikan Ciro Ferrara sebagai pelatih Juventus, Antonio Conte langsung mempersembahkan scudetto pada musim 2011/12 lalu alias musim debutnya bertugas di Turin.
Hebatnya, titel pertama Si Nyonya Tua pasca-calciopoli itu dibukukan dengan status tak terkalahkan sepanjang musim -- total 39 laga ditambah satu partai terakhir Ferrara yang berkesudahan 2-2 kontra Napoli pada pekan pamungkas 2010/11.

Tanpa kehadiran Conte -- yang pada Agustus lalu divonis bersalah dalam kasus scommessopoli karena tidak melaporkan upaya pengaturan skor sewaktu membesut Siena -- di tepi lapangan, Bianconeri ternyata tetap mampu tampil gemilang dan menjaga rekor tak terkalahkan hingga giornata 10 musim ini.

Namun, Juve akhirnya tersandung juga. Pada pekan ke-11, mereka dipaksa menyerah 3-1 oleh seteru abadi, FC Internazionale, di Juventus Stadium.

8. Ajax 1994-96 (52 Laga)



Golden generation era 1990-an, dengan nama-nama seperti Edwin van der Sar, De Boer bersaudara, Clarence Seedorf, Marc Overmars, hingga Patrick Kluivert adalah salah satu skuat terbaik yang pernah dimiliki Ajax Amsterdam.Selain berkuasa di Eredivisie dengan tiga gelar berurutan (1994, 1995, 1996), tim arahan Louis van Gaal juga meraih kejayaan di pentas Eropa dengan menjuarai Liga Champions 1994/95 -- titel keempat sepanjang sejarah Ajax.Torehan tak terkalahkan sebanyak 52 partai di liga domestik melengkapi kegemilangan De Godenzonen alias Putra-Putra Dewa pada periode ini. Adalah tuan rumah Willem II yang akhirnya menyetop laju Ajax dengan membukukan kemenangan tipis 1-0 pada 14 Januari 1996.

7. FC Porto 2010-12 (55 Laga)



Bertahan lebih dari dua dekade, rekor Benfica sebagai tim dengan rangkaian tak kalah terpanjang di Liga Portugal nyaris saja disamakan oleh Porto. Rentetan tak terkalahkan Os Dragoes bermula pada Maret 2010, waktu kendali tim masih dipegang Jesualdo Ferreira.Catatan bagus berlanjut ketika tongkat kepelatihan diambil alih Andre Villas-Boas, sosok yang kini menukangi Tottenham Hotspur di Liga Primer Inggris, pada 2010/11. Di musim itu, sang bos muda mempersembahkan empat gelar, termasuk Liga Europa, sebelum hengkang ke Chelsea.Streak sudah menyentuh 55 laga kala tim, di bawah asuhan pelatih terkini, Vitor Pereira, bertandang ke markas Gil Vicente pada pekan ke-17 Primeira Liga musim kemarin. Kalau seri saja dalam partai ini, maka rekor Benfica akan disetarakan Porto. Sayang, mereka justru takluk dengan skor 3-1

6. Penarol 1966-69 (56 Laga)



1960-an pantas dianggap sebagai periode keemasan Penarol. Tujuh titel liga, tiga Copa Libertadores, serta dua Piala Interkontinental mereka caplok pada dekade ini.Selain trofi, pencapaian mentereng lain yang juga diukir Penarol adalah rekor tak terkalahkan di Liga Uruguay sebanyak 56 pertandingan yang membentang selama tiga tahun, sejak September 1966 sampai September 1969.Torehan impresif tim berjulukan Carboneros alias Si Penambang Batu Bara ini dipastikan berakhir setelah mereka dibekuk Liverpool Montevideo dua gol tanpa balas.

5. Benfica 1976-78 (56 Laga)



Di bawah arahan pelatih asal Inggris, John Mortimore, Benfica mengukuhkan diri sebagai pemegang rekor tak terkalahkan sepanjang sejarah di Liga Portugal.
Diperkuat bintang-bintang Seleccao era tersebut, seperti Fernando Chalana, Humberto Coelho, Toni, Nené, Manuel Bento, Shéu, João Alves, dan Minervino Pietra, Os Aguias tak terhadang dalam 56 duel.

Streak ciamik Benfica, yang diawali sejak Oktober 1976, baru terhenti pada akhir 1978. Mereka takluk 1-0 saat melawat ke markas musuh besar, FC Porto.

4. AC Milan 1991-93 (58 Laga):



Tim Milan asuhan Arrigo Sacchi yang mencaplok dua titel Piala Champions berurutan pada 1989 dan 1990 punya julukan “The Immortals”, sedangkan skuat pimpinan Fabio Capello dengan rengkuhan tiga scudetto konsekutif antara 1992 dan 1994, juga Liga Champions 1993/94, dilabeli “The Invincibles”.
Alasannya sudah jelas, Rossoneri di bawah arahan Don Fabio mengemas rekor tak terkalahkan terpanjang dalam sejarah Serie A, setotal 58 pertandingan, di periode Mei 1991 sampai Maret 1993.

Bermaterikan pemain yang tak banyak berubah dibandingkan era Sacchi, termasuk trio Belanda Frank Rijkaard, Ruud Gullit, dan Marco van Basten, Capello menyempurnakan Milan dengan menambahkan detail kecil yang diperlukan.

“Capello sangat baik dalam melanjutkan pekerjaan yang dimulai Sacchi dan menambahkan hanya kepingan-kepingan kecil untuk melengkapi mosaik yang sempurna,” demikian ucap mantan anak buah Capello yang kini menukangi Parma, Roberto Donadoni.

Adapun tim yang mengakhiri rekor imbattuta Milan besutan Capello adalah Parma, yang membawa pulang kemenangan 1-0 dari San Siro pada giornata 23 musim 1992/93 berkat gol tunggal Faustino Asprilla.

3. Boca Juniors 1924-27 (59 Laga):



Boca Juniors dua kali menorehkan rekor tak terkalahkan di Primera Division Argentina, yakni saat kompetisi masih berstatus amatir dan ketika sudah memasuki era profesional.Catatan paling istimewa adalah yang pertama, dibuat pada 1924 hingga 1927, ketika mereka tak terbendung dalam 59 laga. Setelah ditumbangkan Huracan 2-0 pada akhir Maret 1924, Boca baru mengecap kekalahan lagi lebih dari tiga tahun berselang. Adalah tuan rumah Lanus yang menyetop rekor Boca dengan kemenangan 2-1 pada Juni 1927..Di era profesional, Boca, yang kini tercatat sebagai salah satu tim dengan koleksi titel terbanyak di dunia, juga sempat mengemas unbeaten streak lagi, sebanyak 40 pertandingan, pada 1998 sampai 1999.

2. Celtic 1915-17 (62 Laga):



Di tangan pelatih pertama Willie Maley, Celtic mencetak unbeaten streak yang hingga sekarang masih tercatat sebagai rekor di seantero Britania Raya. Pada rentang November 1915 sampai April 1917, The Hoops tak pernah mengecap kekalahan dalam 62 partai, termasuk di antaranya dua laga yang dimainkan dalam sehari, yakni melawan Raith Rovers FC (Celtic menang 6-0) dan Motherwell (3-1).Patsy Gallagher serta Jimmy “Napoleon” McMenemy mencuat sebagai bintang dalam skuat Celtic generasi ini. Tim juga diperkuat oleh Alec “The Icicle” McNair, yang sampai saat ini masih berstatus kolektor penampilan terbanyak untuk klub sebanyak 604 laga.

1. Steaua Bucuresti 1986-89 (104 Laga)



Inilah pemilik rekor tak terkalahkan terpanjang di sebuah liga domestik di Benua Biru.Pada periode kejayaannya, Steaua Bucuresti benar-benar tak tertandingi di Liga I Rumania. Tim yang waktu itu diperkuat para pemain seperti Miodrag Belodedici, László Bölöni, Marius Lăcătuş, Victor Piţurcă, dan Gavril Balint tak tersentuh kekalahan dalam 104 partai!Steaua juga terbukti tidak jago kandang. Mereka sukses memenangi Piala Champions 1985/86, menjadi semi-finalis di edisi 1987/88, dan runner-up pada 1988/89.Adapun tim yang sanggup menghentikan streak Steaua di kancah domestik, yang bertahan selama tiga tahun (1986-89), adalah musuh sekota, Dinamo Bucuresti. Dinamo menang telak 3-0 kala bertamu ke markas Steaua pada 9 September 1989.

Baca juga, 10 Klub Sepak Bola Eropa Paling Populer

10 Pemain Sepakbola Bertalenta Dari Tanah Papua

Selasa, 15 Januari 2013

Papua tidak pernah absen dalam mencetak pemain-pemain sepakbola profesional di tingkat nasional. Selalu menghadirkan bibit-bibit pesepakbola luar biasa dalam persepakbolaan tanah air. Inilah 10 pesepakbola Papua terbaik yang bersinar di dunia sepakbola nasional.

1. Titus Jhon Londouw Bonai
http://hermawayne.blogspot.com
Titus Jhon Londouw Bonai atau Titus Bonai, ialah pesepakbola asal Papua yang kini bermain untuk klub Persipura Jayapura. Tibo, nama akrabnya, lahir pada tanggal 4 Maret 1989. Ia sempat dipanggil Tim Nasional Indonesia U-23 dalam pertandingan pra-olimpiade, dalam pertandingan melawan Turkmenistan pada 23 Februari 2011 lalu, ia mencetak 1 gol walaupun harus menerima kekalahan.. Ia merupakan salah satu pemain andalan dari Persipura Jayapura yang gemar menselebrasikan gol dengan tarian sajojo.

2. Boaz Solossa
http://hermawayne.blogspot.com
Boaz Sollosa, lahir 16 Maret 1986. Namanya sudah tidak asing lagi di telinga pecinta sepakbola nasional. Ia sudah malang melintang di klub sepakbola nasional. Kini, ia bermain di klub Persipura Jayapura yang dapat berposisi sebagai penyerang tengah maupun penyerang sayap. Di liga Indonesia, Boaz Sollosa hampir dipastikan menjadi Top Scorer dengan raihan 20 gol mengalahkan dominasi pemain asing. Boaz Solossa merupakan salah satu andalan Tim Nasional Indonesia di masanya. Ia terkenal dengan kemampuannya dalam mengontrol bola, tendangan kaki kiri yang keras, akurasi kaki kiri dan kaki kanan yang baik, kecepatan, visi penyerangan, dan naluri dalam mencetak gol. Ia juga dipasangkan dengan kakaknya Ortizan Solossa saat di lapangan hijau bersama Persipura Jayapura.

3. Ortizan Solossa
http://hermawayne.blogspot.com
Pesepakbola yang lahir di Sorong 28 Oktober 1977 ini bernama lengkap Ortizan Bertilone Nusye Solossa, seorang pesepakbola profesional asal Papua. Kini ia bermain bersama adiknya, Boaz Solossa di klub Persipura Jayapura. Ia biasa bermain sebagai bek kiri. Di Tim Nasional Indonesia pun ia kerap dipasangkan bersama adiknya di sebelah kiri lapangan. Ia juga sudah malang melintang di klub-klub sepakbola nasional. Ia mengawali karirnya di PS Putra Yohan Sorong. Sejumlah klub besar nasional pun pernah ia hampiri, mulai dari PSM Makassar, Arema Indonesia, Persija Jakarta, dan kini bergabung dengan Persipura Jayapura mulai tahun 2008 lalu.

4. Ellie Aiboy
http://hermawayne.blogspot.com
Lahir di Jayapura, 20 April 1979 adalah pesepakbola bertalenta dari Papua yang saat ini memperkuat klub Semen Padang di ISL. Ia pun pernah memperkuat klub asal Malaysia, Selangor FC pada tahun 2005-2006. Ia juga merupakan pemain di Tim Nasional Indonesia pada Piala Asia 2007, Elli mencetak satu gol untuk Indonesia saat kalah dengan Tim Nasional Arab Saudi. Pria dengan tinggi 170 cm ini berposisi sebagai gelandang. Karirnya dimulai dengan bergabung di klub PSB Bogor, dan kini di Semen Padang. Bersama Semen Padang, Elly berhasil membawa Semen Padang menduduki peringkat runner up sementara di bawah Persipura Jayapura.

5. Errol FX Iba
http://hermawayne.blogspot.com
Lahir di Jayapura, 6 Agustus 1979 kini menjadi salah satu pemain sepakbola yang bersinar di dunia sepakbola nasional. Kini ia bermain untuk Persebaya Surabaya. Tahun 2001, ia memutuskan menjadi seorang mualaf dan menghilangkan kata FX di namanya. Erol Iba berposisis sebagai bek. Berbagai klub pun berminat mendatangkan Erol Iba, ia sempat diminati sebuah klub di Liga Australia, Newcastle Jets. Di Indonesia, Erol Iba sudah malang melintang di berbagai klub, mengawali karir di Semen Padang, PSPS Pekanbaru, Arema Indonesia, Persik Kediri, Pelita Jaya, hingga Persipura Jayapura pernah ia lakoni. Erol juga merupakan andalan Tim Nasional Indonesia di era kepelatihan Peter White, walaupun kini Erol jarang menjadi pilihan Timnas.

6. Christian Warobay
http://hermawayne.blogspot.com
Lahir di Serui, Kepulauan Yapen, Papua pada 12 Juni 1984. Christian Warobay merupakan pemain bertalenta dari tanah Papua. Mengawali karir di PPLP Serui pada tahun 2000, menjadi tim PON Papua 2004, bergabung di Persipura Jayapura 2004-2006, Sriwijaya FC Palembang, dan kini bermain bersanma Persidafon Dafonsoro. Ia pernah dipanggil di Tim Nasional Indonesia senior untuk bermain di Sea Games 2005. Warobay pernah mendapat gelar pemain terbaik di Liga Indonesia 2005.

7. Eduard Ivakdalam
http://hermawayne.blogspot.com
Pesepakbola asal Merauke kelahiran 19 Desember 1974 kini bermain di klub Persidafon Dafonsoro. Sebelumnya ia pernah membela klub Persipura Jayapura dan mempersembahkan tropi juara bersama Persipura Jayapura. Musim ini, Eduard membawa Persidafon menembus babak semi final divisi utama Liga Indonesia walaupun menerima kekelahan dari Persiba Bantul. ia berposisi sebagai midliefer di Persidafon. Ia pernah berkarir di PS Merauke dan PS Maren Jayapura sebelumnya.

8. Ian Louis Kabes
http://hermawayne.blogspot.com
Ian Louis Kabes, lahir di Jayapura, 13 Mei 1986 adalah pesepakbola asal Papua yang kini bermain di Persipura Jayapura. Pemain yang berposisi sebagai penyerang ini sudah mempersembahkan 6 gol di Liga Super Indonesia musim ini, dan 3 gol di musim lalu. Bersama Persipura Jayapura, Ian Louis Kabes berhasil melaju ke babak 16 besar AFC Cup dengan permaianan memukaunya.

9. Lukas Wellem Mandowen
http://hermawayne.blogspot.com
Lukas Wellem Mandowen, lahir 6 April 1989 yang kini bermain di Persipura Jayapura setelah bermain di Persipura U-21 selama 2 musim. Lukas merupakan top scorer Liga Super Indonesia U-21 musim 2009-2010. Musim ini, ia sudah mencetak 7 gol di Liga Super Indonesia, dan 2 gol di ajang AFC Cup. Ia disebut-sebut layak dipanggil Timnas Indonesia.

10. Oktavianus Maniani
http://hermawayne.blogspot.com
Oktavianus Maniani atau yang lebih dikenal dengan Okto Maniani lahir di Papua 10 Oktober 1990. Di usianya yang masih muda, karirnya begitu bersinar setelah memperlihatkan permainan yang memukau saat ajang AFF Cup tahun lalu. Hampir setiap orang pasti mengenalnya. Kini ia bermain di klub Sriwijaya FC Palembang. Okto juga merupakan andalan Timnas Indonesia U-23 dengan 3 gol dalam 10 caps. Pemain ini dikenal dengan sikap indisiplionernya yang menyebabkan pencoretan namanya di skuat timnas Indonesia. Di Liga Super Indonesia, ia sudah mencetak 3 gol musim ini bersama Sriwijaya FC. Okto disebut-sebut pesepakbola yang layak merumput di Eropa dengan kemampuannya yang di atas rata-rata.

Masih Banyak talenta-talenta anak Papua yang belum terekspos oleh media, itulah 10 pesepakbola yang bersinar di dunia sepakbola nasional.

Baca juga, 10 Penjaga Gawang Paling Berbakat

OTOMOTIF

TIPS

 

© Copyright HOT NEWS 2010 -2013 | Design by Giyono Umeda | Published by Giyono Umeda | Powered by Blogger.com.